PERTEMUAN
Teruntuk kamu yang masih dirahasikan,
Semoga Allah segera mempertemukan,
Menunggumu dalam diam
Membuatku tahu arti dari sebuah kesabaran
Apa disana kamu pernah berfikir tentangku?
Tentang orang yang kamupun juga tak tahu?
Kudus, 11 Mei 2019
A.R
Awalnya aku tak begitu peduli
tentang bagaimana rencana hidup kedepan. Jujur aku sendiri takut dengan diriku
sendiri, bukan dengan orang lain yang bisa membuatku sakit. Justru rasa sakit
yang dirasa dalam diri kita sepenuhnya terjadi karena diri kita sendiri. Alasan
mengapa kita terlalu menaruh harapan untuk orang lain? Hal tersebut tak
seharusnya dilakukan.
Pembodohan terhadap diri sendiri
sering kali dialami seseorang hanya untuk merasakan kebahagiaan yang justru
dipaksakan dengan ego yang begitu besar. Karena ketika ego yang dikedepankan,
semuanya menjadi benar. Hal-hal yang seharusnya tak dilakukan berubah menjadi
petaka kenikmatan sesaat.
Inilah fakta yang sering kutemui.
Banyak diantara mereka yang menyalahkan pasangan mereka setelah tak ada lagi
hubungan yang terjalin antar keduanya. Mencari kesalahan satu sama lain, tanpa
memperdulikan kesalahan mereka sendiri. Dianggapnya semua benar, tak ada yang
salah. Menyalahkan takdir yang mempertemukan, menyalahkan Tuhan yang menyatukan.
Apakah itu benar? Tak sepantasnya
menyalahkan semua yang telah terjadi. “Hidup itu rumit, untuk itu temukanlah cara
sederhana untuk menjalaninya”.
Dari situlah aku merasa untuk tak
terlalu memikirkan seseorang dalam hidupku. Karena ketakutan bisa menjebak
diriku dalam kegelisahan. Tidak ada salahnya menaruh rasa, namun ada batasan-batasan yang tetap harus
dijaga.
Seperti halnya saat ini, saat
dimana perasaan membuatku binggung tentang apa sebenarnya yang telah terjadi.
“Jatuh hati terhadapmu”, itu selalu membinggungkanku. Mengapa Tuhan
menghadirkanmu? Menitipkan perasaan ini padaku? Aku selalu berusaha untuk
mengabaikannya, mengingat prinsip yang telah kubuat sebelumnya untuk tak
terlalu dalam menyimpan rasa. Namun tak semudah itu, aku terus mengingatnya,
bahkan hatiku terkadang hancur ketika diabaikan olehnya. Awalnya dirimu begitu
manis, hingga akhirnya sekat itu muncul dan menjauhkan segalanya.
Tentang
Rasa
Untuk
apa diciptakan rasa, bila kehadirannya hanya membuat luka?
Banyak
orang yang membicarakan tentang kebahagiaan yang tumbuh karena rasa cinta.
Jika
tidak, mungkin kamu menaruhnya ditempat
yang salah.
Kalau
memang salah, untuk apa kata itu dibuat?
Mengapa
perasaan selalu bergejolak?
Entahlah.....
Seakan
mencintai seseorang adalah keselahan, ketakutan, rasa sepi dan sesak dihati.
Mungkin
karena aku sendiri tak au tersakiti dan kembali salah menitipkan hati.
Benar.
Sikapku
terlalu berlebihan
Namun
setiap aku menitipkan rasa,
Hanya
lara yang terasa.
Terkadang
aku selalu berfikir,
Kesalahan apa yang kuperbuat
dimasa lalu
Hingga seseorang enggan menetap
bersamaku,
Membangun
kebahagiaan bersama,
Dengan
banyak cerita didalamnya.
Kudus,
5 September 2019
A.R
Aku diombang-ambing kegelisahan
karenamu. Benar, manusia mudah sekali berubah. Begitupun denganmu. Situasi ini
membuatku tak nyaman.
Walaupun dari awal tak ada
ikatan, namun sikapmu membuatku salah paham. Kau terlalu manis dalam bersikap.
Sebelumya hidupku berjalan
seperti hari-hari sebelumnya. Hingga Tuhan mempertemukanmu, orang yang tak
pernah ku sangka akan menjadi labuhan hatiku.
Kita dekat karena keadaan,
keadaan yang membawa perubahan besar dalam diriku. Kau menceritakan keluh-kesah
hidupmu, entah itu keluarga, lingkungan sekitar, bahkan kejadian-kejadian yang
kau alami saat itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar