TENTANG KEMILAUKU
Aku tidak tahu harus memulai cerita ini dari mana, bisa dibilang ini pengalaman pribadiku mengenai seseorang yang pernah mengisi kekosongan dihati. Bagaimana aku bisa tak menaruh rasa terhadapnya? Ya bisa dibilang sifatnya denganku hampir ada kemiripan. Tapi itu menurutku, karena setiap obrolan yang terucap selalu saja sependapat. Ya begitulah hamba bila sedang dilanda jatuh cinta.. hahahah, semuanya dianggapnya sama. Banyak sekali hal dan waktu yang ku lewati bersamanya, ya karena kita bekerja ditempat yang sama jadi tak heran kalau aku dekat dengannya. Hampir separuh hari yang kujalani ya ketemunnya dengan dia lagi, dia lagi....
Aku tak tahu kapan pastinya rasa ini muncul, ya karena tiba-tiba saja ada. Sepertinya sih diwaktu itu, waktu dimana genggaman pertama itu tercipta, waktu dimana suasana senja menyapa menemani langkah beriringan kita.
April...... Dibulan itulah sepertinya aku mulai tertarik padamu, tepatnya pada sore itu hatiku terasa berbeda, ada sesuatu hal yang membuatku takut. Akupun tak mengerti ketakutan apa ini? Mengapa ada rasa takut dalam hatiku? Seketika akupun berucap padamu “Aku takut....!!!!”. Ditemani deburan ombak laut yang terus menyentuh lembut langkah demi langkah kaki, suara itu membisik ditelingaku “Takut kenapa? Ada yang salah..?”. Jawabku dengan rasa binggug hanya berkata “Tidak Ada, aku takut saja”. Lalu suara itupun menjawab dengan lemut “Sudah, tidak usah takut”. Aku hanya tersenyum sembari terus berjalan menikmati suasana pulau pasir dengan kepergian cahaya setelahnya, suasana yang sebenarnya dingin tetapi terasa hangat karena terlewati bersamanya. Mungkin diawal itulah aku mulai menaruh rasa, mungkin juga ketakutan yang ku maksut pada waktu itu adalah ketakutan bila aku jatuh hati padanya. Entahlah tapi semakin aku memikirkannya hatiku merasakan sesuatu yang manis muncul didalamnya.
Sesekali saat mengisi waktu luang aku selalu menuliskan beberapa hal yang berkaitan denganmu..... Ya karena inspirasi menulisku kebanyakan adalah tentang dirimu, setiap kata yang keluar dari pembicaraan yang ada sebelumnya dan ku anggap mengganjal dalam jiwa sering kali selalu aku tuliskan agar aku tak melupakannya. Ya karena akupun bukan penulis atau seniman yang pandai merangkai sejuta kata dengan unsur indah didalamnya, saat menulis aku kadang tak bisa meneruskan apa kelanjutan kata perkata yang sekirannya membuatnya lebih manis untuk dibaca. Untuk itu aku hanya menulis dibeberapa kertas kecil atau dihandphone, hanya menuliskan beberapa kalimat saja sekiranya agar tak cepat untuk dilupa. Nantinya kalaupun sedang ingin menulis biasannya aku merangkainnya lagi menjadi satu, ya agar lebih ada kesan saja. Hehehe.... karena dibilang bagus juga masih banyak kekurangan, ya karena masih belajar, keinginanku dulunya sih jadi penulis novel mungkin karena sering baca novel juga, sayangnya ya kalau disuruh buat cerpen selalu lola (loading lama) lah waktu lulus SMA ndak tahu tiba-tiba seneng banget nulis kata-kata, jelek sih tapi tak apalah yang penting aku suka, kan apapun yang membuat diri kita bahagia ya jalani aja selagi tak merugikan. Sampai sekarangpun setelah nulis juga kadang heran sendiri apa iya ini aku yang buat. Ya karena rasanya aneh pengen ketawa sendiri, dulunya buat cerpen dan puisi aja ndak bisa dan tiba-tiba punya hobi kayak gini, dari mana ini munculnya? Entahlah.......
Disini aku mau nunjukin salah satu tulisanku yang menceritakan mengenai ciri-ciri yang menggambarkan tentang DIA. Dia siapa? Ya dia yang sedang setia berada dalam hati, dirimu adalah “KEMILAU” yang selalu ada setiap langkahku tersesat dikebinggungan. Disini aku menceritakan sesuatu mengenai hal yang melekat dalam dirimu.
KEMILAU
Bagai mentari yang tak pernah meninggalkan pagi, Begitupun dia.
Orang yang selalu menampakkan kerutan manis dipipinya
Yang membuatku mudah untuk melabuhkan rasa.
Beralis tebal dengan bulu lentik,
Memperindah sinar yang terpancar dari mata.
Tak heran banyal wanita mendambakannya,
Biarpun begitu,
Tak membuatku mudah untuk mematahkan rasa terhadapnya.
Seorang penakluk alam yang selalu penasaran dengan ganasnya hutan.
Dihadapan banyak orang, selalu menebarkan kemilau kehangatan.
Semua hanya untuk sekedar menutupi kegelapan hidup diatas cahaya harapan.
Dari kemilau itulah aku belajar arti bersyukur untuk setiap perjalanan.
Itulah dia... kemilauku
Semangat juangku
Demak, 12 Agustus 2019
A.R
Ya begitulah dia, tulisan itu kutulis setelah banyak waktu yang kujalani bersamanya. Mendengar keluh kesah kehidupannya, susah senang perjuangannya. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia tampak kuat diluar namun begitu rapuh didalam, salah satu hal yang dia ceritakan padaku membuatku tak bisa berkata apa-apa. Tepat dihari Minggu 14 Juli 2019 aku menyaksikan mata itu terlihat berkaca-kaca penuh dengan kekecewaan, beban, rasa sakit, dan dendam yang tak bisa diapa-apakan. Hari itu setelah pulang kerja aku selalu pulang bersamanya, ya karena kita berdua anak kos, dan kosnya denganku pun jaraknya tak terlalu jauh. Akupun sedikit lupa awalnya bagaimana karena seingatku dia dulu main dulu kekosk ya sekedar ngopi gitu, ceritanya saat dia sebenarnya mau pulang tapi mendadak berhenti didepan teras kos. Sedikit terdiam, diatas motor yang biasa ia tumpangi. Tiba-tiba keluarlah cerita panjang yang sebelumnya tak pernah kubayangkan. Alasan aku bisa ingat cerita ini? Karena aku orangnya pelupa untuk itu aku menulisnya dalam sebuah buku yang bisa disebut sebagai diary yang isinya;
“Malam ini aku belajar darimu, tentang pentingnya cara mensyukuri hidup bagaimanapun keadaannya. Aku tak ingin lupa, untuk itu aku menulisnya. Kira-kira pukul 10 malam aku melihat mata itu. Mata yang tampak selalu indah dengan banyak kebahagiaan tanpa pernah ada beban, dimalam ini seketika berubah. Berwarna merah dan penuh dengan kesedihan.
Aku tak pernah mengira sebelumnya kau akan menceritakan beban hidup yang menurutku adalah rahasia besar yang ada didalamnya, betapa berat masalah hidupmu dengan usiamu yang dibilang seharusnya tak mengalami semua itu. Akupun tak bisa membayangkan bagaimana jika hal seperti itu menimpa diriku. Apakah aku masih bisa tetap tertawa sepertimu? Entahlah...
Awalnya aku selalu mengangggap kau menyimpan begitu banyak kebahagiaan, tapi ternyata aku salah. Kau terlalu pandai berbohong, selalu menyimpan duka dan kesedihanmu sendiri. Sampai-sampai hujanpun turun. Tapi hujan kali ini berbeda, hujan iu membuatku sakit, ingin sekali aku menyingkirkan keberadaannya, hujan kali ini bukan berasal dari langit namun dari mata itu. Walau kau mengelak akupun tahu karena dikondisi seperti ini aku tak suka, karena aku tak berguna untuk apapun. Lalu apa yang harus ku perbuat? Melihat orang yang begitu aku kagumi yang selalu memberikan rasa nyaman, pelindung ketika diriku mengalami kesusahan. Hari itu tiba-tiba jatuh rapuh tanpa ada lagi rasa bahagia, aku melihat mata itu. Mata yang menjelaskan bahwa hatimu tak sedang baik-baik saja, yang sebenarnya tak sanggung menanggung semaunya sendiri. Sesekali suara itu terdengar, dengan nada yang tak begitu baik kau berucap “hidup ini, kenapa harus dibeda-bedakan?”.
Aku tak bisa berkata apa-apa, yang ku lakukan saat itu hanya bisa menepuk bahumu. Ya maksutku hanya agar bisa menenagkan dirimu. Aku tak tega melihatmu menangis, ya pasti semua wanita akan melakukan hal yang sama ketika melihat orang yang begitu dikaguminya sedang berada dititik terendah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, dia begitu tertutup dengan lingkungannya tak pernah mengeluhkan hal-hal yang menganjal, dan penuh dengan beban. Aku merasa beruntung, Tuhan memberikan rasa ini terhadapku. Rasa yang membuat hati selalu riang tak karuan, rasa yang membuatku banyak menyita waktu dengan otak, ya hanya untuk memikirkan hal-hal kecil tentangnya. Tapi dari cerita-cerita itu aku semakin yakin kalau aku tak salah mengagumi dirimu, kemilau yang memiliki hati besar yang terus tegar dengan segala persoalan. Oh iya aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepadamu, terima kasih telah mempercayaiku untuk mendengarkan lara hatimu, lara yang tak kau tunjukan pada siapapun, lara yang selalu ditutupi dengan begitu banyak senyum kebahagiaan. Aku tak tahu lagi yang jelas aku sangat beruntung bertemu denganmu, bertemu dengan orang yang mengajarkanku banyak sekali arti dari kehidupan dan rasa syukur. Bagaimanapun nantinya kamu terhadapku, itu bukan masalah bagiku. Intinya aku hanya meminta kepada Tuhan semoga dirimu selalu diberikan kebahagiaan yang tak pernah ada ujungnya, sehingga kau akan lupa tentang apaitu luka dan derita. Aminnnnn........”
Pesan pendekmu untukku saat malam itu “Tetap mensyukuri hidup, kadang putus asa ada tapi kita kembalikan lagi. Hidup itu maju kedepan, seburuk apapun masa lalumu itulah yang membentuk karaktermu dimasa depan. Dan sampai saat ini saya masih percaya esok tetap terang.” Hay Orang yang saat ini mengisi hati
Ya begitulah dia, satu lagi hal yang ia kuasai adalah menuliskan kata-kata. Ya semacam puisi dan sejenisnya. Pernah diam-diam aku membawa kertas yang berisikan tulisannya. Hehehhe dasar aku
Ya gimana ya karena kertasnya tak terpakai dan nantinya akan terbuang, untuk itu aku kantongilah dalam saku celanaku. Jadi begini kata-katanya.
“Kau bilang itu indah,
Dia bilang itu Cuma bantuan,
Mereka bilang itu hanya patut ditertawakan
Bukan soal salah siapa
Hanya sudut pandang KU, MU, KITA, MEREKA yang berbeda
Lalu apakah harus disamakan?”
Kudus, 22 Juli 2019
Hay
*****
Setiap kali aku menjalankan moment tertentu yang ku anggap spesial aku selalu menuliskannya pada buku diaryku, ya karena hanya itu teman curhat yang selalu ada untukku. Ini misalnya
Mt. Andong 1726 Mdpl
2 Juli 2019
Aku menuliskan tulisan pada selembar kertas yang bertuliskan
“Hanya ingin memberi tahu, kalau aku mulai nyaman denganmu”
Tulisan itu kata ambil dengan kamera ponselku dengan background dirimu dibelakangnya. Ya aku memotretnya secara diam-diam saat perjalanan turun gunung. Ini pertama kalinya kita pergi berdua dan menghabiskan detik, menit, jam, serta hari bersama. Ya kalau ditanya bagaimana rasanya? Aku tak tahu yang jelas itu membuatku candu.... tapi biarpun begitu kita tak boleh lupa untuk mencintai seseorang dengan sewajarnya saja jangan berlebihan. Kalaupun nanti tak jadi milik kita, ya itu biar semsta saja yang menjawabnya, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada takdir kita selanjutnya. Nikmati saja prosesnya, tak usah mengeluhkan bagaimana nanti hasilnya. Intinya selalu bersyukur dan berdo’a. bagaimanapun nantinya itulah rencana terbaik Tuhan yang dipercayakan untukmu. Jadi jangan pernah mengeluhkan hal yang kamupun juga tak tahu bagaimana kedepannya. SemangArt!!!!!!
Ceritaku masih panjang tapi, waktuku belum cukup untuk menuliskannya lagi, salam dariku untukmu. A.R yang selalu merindukan Kemilau kehangatan
Jika kau membacanya, beri tahu aku. Aku hanya ingin tahu saja, kau baca atau tidak link yang bu beri ini, itu saja bukan untuk membuatmu terbebani dengan rasa yang ku miliki. Kalaupun kau tak suka, tak apa. Karena itu hakmu dan aku tak berhak merenggutnya darimu. Dan kalaupun aku suka apa salahnya? Itu hakku, dan kau pun tak bisa melarangnya. Jangan takut, aku tak akan memaksamu. Karena patah hati karenamu itu reaksiku, aku bisa mengontrolnya, untuk itu aku memilih mencintaimu sewajarnya. untuk hal-hal yang bisa kukontrol aku fokus pada usaha dan hasil, sedangkan untuk halhal yang tak bisa ku kontrol aku fokus untuk membiarkan hasil berjalan sesuai lintasan takdirnya.
BalasHapus